/* ============================================================================
   aj-kerugian.css — seksi "Studi kasus" di beranda (#studi_kasus): kerugian
   yang ditanggung kalau masih serba manual, dalam empat angka.

   Pita hitam yang mengambang — geometrinya sama dengan pita harga (#pricing
   di aj-polish.css: sudut 28/40px, jarak tepi 16/32px) — dengan api ASCII
   yang menyala dari dasarnya: uang yang terbakar. Apinya dua <canvas> yang
   digambar assets/js/aj-kerugian.js:
     .ajr-heat  peta panas beresolusi rendah (satu piksel per sel), diperbesar
                dan diburamkan CSS — pendar cahayanya;
     .ajr-fire  karakternya sendiri, " .:░▒▓█", makin padat makin panas.
   Tanpa JS pitanya hitam polos dan semua angkanya tetap terbaca.

   Angkanya tidak dikotakkan: satu baris buku besar, dipisah garis rambut.
   ========================================================================== */

#studi_kasus {
    --ajr-bg: #070707;
    --ajr-rule: rgba(255, 255, 255, 0.12);
    --ajr-ember: #ff8a4c;

    position: relative;
    isolation: isolate;
    margin-inline: 16px;
    overflow: hidden;
    border-radius: 28px;
    background: var(--ajr-bg);
    color: #fff;
}

/* Di gelap halamannya sudah nyaris hitam: pitanya tetap lebih gelap, dan
   garis rambut di tepinya yang memisahkan keduanya. */
.uc-dark #studi_kasus {
    box-shadow: inset 0 0 0 1px rgba(255, 255, 255, 0.07);
}

@media (min-width: 1200px) {
    #studi_kasus {
        margin-inline: 32px;
        border-radius: 40px;
    }
}

/* ---------------------------------------------------------------------------
   Api
   ------------------------------------------------------------------------- */

/* Apinya berangkat dari dasar dan habis sebelum judul — puncak pita tetap
   hitam, jadi judulnya tidak pernah bersaing dengan lidah api. Pudarnya
   dipanggang aj-kerugian.js ke alfa tiap baris. */
.ajr-fire,
.ajr-heat {
    position: absolute;
    top: 0;
    left: 0;
    z-index: 0;
    pointer-events: none;
}

.ajr-fire {
    width: 100%;
    height: 100%;
}

/* Satu piksel per sel; aj-kerugian.js memperbesarnya dengan transform ke
   ukuran pita. Interpolasi peramban plus blur di gambar kecil itu (1,6px x
   ukuran sel ≈ 15px di layar) inilah pendarnya. */
.ajr-heat {
    transform-origin: 0 0;
    filter: blur(1.6px) saturate(1.15);
    opacity: 0.85;
    image-rendering: auto;
}

/* ---------------------------------------------------------------------------
   Isi
   ------------------------------------------------------------------------- */

/* Isi di atas api. Ruang di bawah catatan kaki cukup untuk apinya menyala
   penuh, tidak lebih — tinggi lidah apinya sendiri dihitung aj-kerugian.js
   dari letak baris angka, bukan dari ruang ini. */
#studi_kasus .section-outer {
    position: relative;
    z-index: 1;
    padding: 56px 0 96px;
}

@media (min-width: 992px) {
    #studi_kasus .section-outer {
        padding: 80px 0 120px;
    }
}

#studi_kasus h2 {
    text-wrap: balance;
}

.ajr-lead {
    color: rgba(255, 255, 255, 0.68);
}

/* Buku besar: empat kolom dipisah garis rambut, garis panjang di atasnya. */
.ajr {
    display: grid;
    grid-template-columns: repeat(2, minmax(0, 1fr));
    margin: 0;
    padding: 0;
    border-top: 1px solid var(--ajr-rule);
    list-style: none;
}

.ajr-item {
    min-width: 0;
    padding: 20px 16px 24px;
}

.ajr-item:nth-child(even) {
    border-left: 1px solid var(--ajr-rule);
}

.ajr-item:nth-child(n + 3) {
    border-top: 1px solid var(--ajr-rule);
}

/* Angkanya putih-panas dengan pendar bara — satu-satunya yang menyala di
   atas api, jadi matanya jatuh ke sini dulu. Tabular, supaya lebarnya tidak
   berdenyut selagi dihitung naik. */
.ajr-num {
    margin: 0;
    color: #fff5ea;
    font-size: 32px;
    font-weight: 700;
    font-variant-numeric: tabular-nums;
    line-height: 1.1;
    letter-spacing: -0.02em;
    white-space: nowrap;
    text-shadow: 0 0 22px rgba(255, 86, 20, 0.55), 0 0 2px rgba(255, 170, 110, 0.5);
}

.ajr-label {
    margin: 12px 0 0;
    color: var(--ajr-ember);
    font-size: 0.875rem;
    font-weight: 700;
    line-height: 1.35;
}

.ajr-text {
    margin: 8px 0 0;
    color: rgba(255, 255, 255, 0.62);
    font-size: 0.875rem;
    line-height: 1.6;
}

.ajr-note {
    margin: 24px 0 0;
    color: rgba(255, 255, 255, 0.45);
    font-size: 0.75rem;
    font-style: italic;
    line-height: 1.5;
    text-align: center;
}

/* Salinan angka untuk pembaca layar: angka yang tampak sedang "dihitung"
   disembunyikan dari mereka, jadi yang terbaca selalu nilai akhirnya. */
.ajr-sr {
    position: absolute;
    width: 1px;
    height: 1px;
    margin: -1px;
    padding: 0;
    overflow: hidden;
    clip: rect(0, 0, 0, 0);
    white-space: nowrap;
    border: 0;
}

@media (min-width: 576px) {
    .ajr-item {
        padding: 24px 24px 28px;
    }

    .ajr-num {
        font-size: 40px;
    }
}

@media (min-width: 992px) {
    .ajr {
        grid-template-columns: repeat(4, minmax(0, 1fr));
    }

    .ajr-item {
        padding: 28px 24px 8px;
    }

    .ajr-item:nth-child(n + 2) {
        border-left: 1px solid var(--ajr-rule);
    }

    .ajr-item:nth-child(n + 3) {
        border-top: 0;
    }

    .ajr-note {
        margin-top: 32px;
    }
}

@media (min-width: 1200px) {
    .ajr-num {
        font-size: 48px;
    }
}
